AI untuk marketing: persona, copy, funnel, dan campaign
AI untuk marketing bekerja baik saat data pelanggan, persona, pesan, channel, dan metriknya jelas. Materi ini membantu kamu membuat campaign yang tidak hanya terdengar bagus.
- Membuat persona berbasis bukti
- Menulis copy tanpa overclaim
- Menentukan metrik campaign
Sebelum mulai
- Punya produk, jasa, atau contoh bisnis yang ingin dipasarkan.
- Siapkan satu masalah pelanggan yang nyata.
Konsep utama
01Persona berbasis bukti
Persona sebaiknya dibuat dari review, interview, CRM, komentar, atau data nyata, bukan stereotip.
Kenapa penting: Persona yang kabur menghasilkan pesan yang tidak nyambung dengan masalah pembeli.
Contoh: Review pelanggan bisa menunjukkan keberatan harga, masalah pengiriman, atau alasan repeat order.
Yang sering keliru: Membuat persona dari imajinasi internal tim saja.
02Copy dan klaim
Copy marketing harus menjelaskan manfaat dengan bahasa yang jelas tanpa membuat klaim yang tidak bisa dibuktikan.
Kenapa penting: Overclaim bisa merusak kepercayaan dan membuat campaign berisiko.
Contoh: Daripada 'pasti naik omzet', tulis masalah yang diselesaikan dan bukti penggunaan.
Yang sering keliru: Membiarkan AI menambah janji yang tidak pernah diuji.
03Funnel dan campaign
Funnel membantu melihat tahap audience dari sadar masalah, tertarik, mempertimbangkan, sampai membeli.
Kenapa penting: Setiap tahap butuh pesan, CTA, dan metrik yang berbeda.
Contoh: Post edukasi cocok untuk awareness, sementara landing page perlu bukti, offer, dan next step.
Yang sering keliru: Memakai satu pesan untuk semua tahap.
Cara kerjanya
Marketing dengan AI dimulai dari pemahaman audience, bukan dari copy. AI bisa membantu membuat persona, pain point map, value proposition, campaign angle, ad copy, email sequence, dan landing page structure. Output bagus jika input bisnisnya jelas.
Prompt marketing harus berisi produk, target audience, masalah yang dipecahkan, bukti, tone, platform, dan action yang diinginkan. Tanpa itu, AI akan membuat copy yang terdengar seperti template iklan murahan.
AI juga bisa dipakai untuk membandingkan positioning kompetitor, membuat FAQ objection, dan membuat variasi copy untuk A/B test.
Contoh nyata
Coba sendiri
- 1
Pilih satu produk.
- 2
Buat persona 3 tipe.
- 3
Buat pain point dan objection.
- 4
Buat copy landing page untuk masing-masing persona.
Prompt yang bisa dipakai
Cek pemahaman
Jawab dengan bahasa sendiri. Kalau masih muter-muter, baca ulang bagian yang paling nyangkut.
- 1
Kenapa marketing prompt butuh data produk?
- 2
Apa beda pain point dan objection?
- 3
Apa fungsi A/B copy variation?