Dasar AI Tanpa Bikin Pusing
AI, ML, GenAI, bedanya apa, kenapa mendadak ada di mana-mana, dan kapan jawabannya jangan dipercaya.
- 2 lesson
- 2 jam
- Project: Peta use case AI pribadi
Baca konsepnya, lihat contoh, langsung praktik. Tidak perlu nunggu paham semuanya baru mulai.
AI, ML, GenAI, bedanya apa, kenapa mendadak ada di mana-mana, dan kapan jawabannya jangan dipercaya.
Bongkar cara LLM kerja, apa itu token dan context window, plus cara pilih model tanpa hafal semua merek.
Prompt bagus itu brief yang jelas. Kita latihan berikan konteks, contoh, batas, lalu memperbaiki hasil yang masih kurang.
Agar tidak hanya membuka AI pas lagi buntu. Pakai buat riset, email, laporan, spreadsheet, dan keputusan kecil.
Tools baru muncul tiap minggu. Pelajari cara memilih dari fungsi, risiko, biaya, dan nyambung tidak ke pekerjaanmu.
Dari cari bahan sampai publish. Termasuk mencari angle, jaga brand voice, dan membuat content system yang tidak dimulai dari nol terus.
Prompt sekali pakai gampang hilang. Di sini kita rangkai input, langkah, review, dan output jadi alur yang bisa diulang.
Agar aplikasi bisa berkomunikasi satu sama lain. Cukup teknis untuk membuat sesuatu, tanpa kuliah backend dulu.
Bikin AI jawab dari dokumen yang kamu pilih, bukan ngarang bebas, dan tetap nunjukin sumbernya.
Agent itu bukan chatbot yang diganti namanya. Dia punya tujuan, pakai tools, simpan state, dan jalan beberapa step.
Kalau satu agent memang tidak cukup, baru pakai router, supervisor, dan handoff. Jangan membuat lima agent cuma biar diagramnya keren.
Data apa yang tidak boleh masuk, output mana yang harus dicek, dan kenapa agent butuh rem sebelum diberikan akses.
Cari masalah yang layak dibayar, membuat paket yang jelas, dan jangan menjanjikan hal yang belum pernah kamu buktikan.
Tunjukkan masalahnya, apa yang kamu bangun, bagaimana dites, dan hasilnya apa. Jargon belakangan.
Agar tidak nyasar ke agent kalau prompt dasar saja masih suka untung-untungan.
Cek level AI kamu