Dari Prompt ke Workflow
M08.L01 · Menengah · 35-45 menit

Dasar automation: trigger, action, condition

Di sini kamu akan memahami dasar automation: trigger, action, condition tanpa harus hafal jargon dulu.

KALAU LESSON INI BERES3/3
  • Paham trigger
  • Paham action
  • Paham condition

Sebelum mulai

  • Baca ringkasan modul dan siapkan satu contoh pekerjaan nyata.
  • Selesaikan modul sebelumnya atau pahami konsep dasarnya dulu.
Target belajar: Setelah lesson ini, kamu bisa menjelaskan dasar automation: trigger, action, condition, menerapkannya pada contoh Indonesia yang sederhana, dan tahu bagian mana yang harus dicek manusia.

Yang perlu kamu tangkap

01Trigger

Trigger perlu dipahami sebagai bagian dari HTTP methods dan status code. Automation adalah cara membuat sistem bekerja otomatis berdasarkan pemicu. Struktur paling sederhana: trigger -> action. Struktur lebih realistis: trigger -> condition -> action -> log -> fallback. AI bisa dimasukkan sebagai action yang membaca, menulis, mengklasifikasi, atau mengambil keputusan terbatas.

Kenapa penting: Ini penting karena lesson M08.L01 bukan cuma mengejar istilah. Kamu perlu tahu kapan trigger membantu kerja nyata, kapan harus diverifikasi, dan batas apa yang tetap perlu dijaga manusia.

Contoh: Form lead masuk -> AI klasifikasi kebutuhan -> masukkan ke spreadsheet -> kirim email follow-up -> notifikasi sales. Jika confidence rendah, kirim ke manusia untuk review.

Kesalahan pemula: Kesalahan umum: menganggap trigger otomatis membuat hasil benar tanpa contoh, sumber, atau checklist evaluasi.

02Action

Action perlu dipahami sebagai bagian dari API key dan OAuth. Trigger bisa berupa email masuk, form submission, jadwal harian, pesan Telegram, perubahan spreadsheet, atau webhook. Action bisa mengirim email, update database, membuat draft konten, merangkum dokumen, atau mengirim notifikasi. Condition menentukan kapan automation berjalan atau berhenti.

Kenapa penting: Ini penting karena lesson M08.L01 bukan cuma mengejar istilah. Kamu perlu tahu kapan action membantu kerja nyata, kapan harus diverifikasi, dan batas apa yang tetap perlu dijaga manusia.

Contoh: Form lead masuk -> AI klasifikasi kebutuhan -> masukkan ke spreadsheet -> kirim email follow-up -> notifikasi sales. Jika confidence rendah, kirim ke manusia untuk review.

Kesalahan pemula: Kesalahan umum: menganggap action otomatis membuat hasil benar tanpa contoh, sumber, atau checklist evaluasi.

03Condition

Condition perlu dipahami sebagai bagian dari webhook signing. Error handling wajib diajarkan. Automation tanpa fallback bisa bikin kacau: spam customer, salah kirim data, atau biaya API membengkak. Selalu buat log, limit, retry, dan human approval untuk task sensitif.

Kenapa penting: Ini penting karena lesson M08.L01 bukan cuma mengejar istilah. Kamu perlu tahu kapan condition membantu kerja nyata, kapan harus diverifikasi, dan batas apa yang tetap perlu dijaga manusia.

Contoh: Form lead masuk -> AI klasifikasi kebutuhan -> masukkan ke spreadsheet -> kirim email follow-up -> notifikasi sales. Jika confidence rendah, kirim ke manusia untuk review.

Kesalahan pemula: Kesalahan umum: menganggap condition otomatis membuat hasil benar tanpa contoh, sumber, atau checklist evaluasi.

04Scheduler

Scheduler perlu dipahami sebagai bagian dari retry, idempotency, rate limit, dan secrets. Automation adalah cara membuat sistem bekerja otomatis berdasarkan pemicu. Struktur paling sederhana: trigger -> action. Struktur lebih realistis: trigger -> condition -> action -> log -> fallback. AI bisa dimasukkan sebagai action yang membaca, menulis, mengklasifikasi, atau mengambil keputusan terbatas.

Kenapa penting: Ini penting karena lesson M08.L01 bukan cuma mengejar istilah. Kamu perlu tahu kapan scheduler membantu kerja nyata, kapan harus diverifikasi, dan batas apa yang tetap perlu dijaga manusia.

Contoh: Form lead masuk -> AI klasifikasi kebutuhan -> masukkan ke spreadsheet -> kirim email follow-up -> notifikasi sales. Jika confidence rendah, kirim ke manusia untuk review.

Kesalahan pemula: Kesalahan umum: menganggap scheduler otomatis membuat hasil benar tanpa contoh, sumber, atau checklist evaluasi.

05Webhook

Webhook perlu dipahami sebagai bagian dari Webhook. Trigger bisa berupa email masuk, form submission, jadwal harian, pesan Telegram, perubahan spreadsheet, atau webhook. Action bisa mengirim email, update database, membuat draft konten, merangkum dokumen, atau mengirim notifikasi. Condition menentukan kapan automation berjalan atau berhenti.

Kenapa penting: Ini penting karena lesson M08.L01 bukan cuma mengejar istilah. Kamu perlu tahu kapan webhook membantu kerja nyata, kapan harus diverifikasi, dan batas apa yang tetap perlu dijaga manusia.

Contoh: Form lead masuk -> AI klasifikasi kebutuhan -> masukkan ke spreadsheet -> kirim email follow-up -> notifikasi sales. Jika confidence rendah, kirim ke manusia untuk review.

Kesalahan pemula: Kesalahan umum: menganggap webhook otomatis membuat hasil benar tanpa contoh, sumber, atau checklist evaluasi.

06API

API perlu dipahami sebagai bagian dari API. Error handling wajib diajarkan. Automation tanpa fallback bisa bikin kacau: spam customer, salah kirim data, atau biaya API membengkak. Selalu buat log, limit, retry, dan human approval untuk task sensitif.

Kenapa penting: Ini penting karena lesson M08.L01 bukan cuma mengejar istilah. Kamu perlu tahu kapan api membantu kerja nyata, kapan harus diverifikasi, dan batas apa yang tetap perlu dijaga manusia.

Contoh: Form lead masuk -> AI klasifikasi kebutuhan -> masukkan ke spreadsheet -> kirim email follow-up -> notifikasi sales. Jika confidence rendah, kirim ke manusia untuk review.

Kesalahan pemula: Kesalahan umum: menganggap api otomatis membuat hasil benar tanpa contoh, sumber, atau checklist evaluasi.

07Database

Database perlu dipahami sebagai bagian dari Database. Automation adalah cara membuat sistem bekerja otomatis berdasarkan pemicu. Struktur paling sederhana: trigger -> action. Struktur lebih realistis: trigger -> condition -> action -> log -> fallback. AI bisa dimasukkan sebagai action yang membaca, menulis, mengklasifikasi, atau mengambil keputusan terbatas.

Kenapa penting: Ini penting karena lesson M08.L01 bukan cuma mengejar istilah. Kamu perlu tahu kapan database membantu kerja nyata, kapan harus diverifikasi, dan batas apa yang tetap perlu dijaga manusia.

Contoh: Form lead masuk -> AI klasifikasi kebutuhan -> masukkan ke spreadsheet -> kirim email follow-up -> notifikasi sales. Jika confidence rendah, kirim ke manusia untuk review.

Kesalahan pemula: Kesalahan umum: menganggap database otomatis membuat hasil benar tanpa contoh, sumber, atau checklist evaluasi.

08Error handling

Error handling perlu dipahami sebagai bagian dari Error handling. Trigger bisa berupa email masuk, form submission, jadwal harian, pesan Telegram, perubahan spreadsheet, atau webhook. Action bisa mengirim email, update database, membuat draft konten, merangkum dokumen, atau mengirim notifikasi. Condition menentukan kapan automation berjalan atau berhenti.

Kenapa penting: Ini penting karena lesson M08.L01 bukan cuma mengejar istilah. Kamu perlu tahu kapan error handling membantu kerja nyata, kapan harus diverifikasi, dan batas apa yang tetap perlu dijaga manusia.

Contoh: Form lead masuk -> AI klasifikasi kebutuhan -> masukkan ke spreadsheet -> kirim email follow-up -> notifikasi sales. Jika confidence rendah, kirim ke manusia untuk review.

Kesalahan pemula: Kesalahan umum: menganggap error handling otomatis membuat hasil benar tanpa contoh, sumber, atau checklist evaluasi.

Oke, sekarang kita bongkar

Automation adalah cara membuat sistem bekerja otomatis berdasarkan pemicu. Struktur paling sederhana: trigger -> action. Struktur lebih realistis: trigger -> condition -> action -> log -> fallback. AI bisa dimasukkan sebagai action yang membaca, menulis, mengklasifikasi, atau mengambil keputusan terbatas.

Trigger bisa berupa email masuk, form submission, jadwal harian, pesan Telegram, perubahan spreadsheet, atau webhook. Action bisa mengirim email, update database, membuat draft konten, merangkum dokumen, atau mengirim notifikasi. Condition menentukan kapan automation berjalan atau berhenti.

Error handling wajib diajarkan. Automation tanpa fallback bisa bikin kacau: spam customer, salah kirim data, atau biaya API membengkak. Selalu buat log, limit, retry, dan human approval untuk task sensitif.

Contoh biar kebayang

Form lead masuk -> AI klasifikasi kebutuhan -> masukkan ke spreadsheet -> kirim email follow-up -> notifikasi sales. Jika confidence rendah, kirim ke manusia untuk review.

Coba praktik

  • Pilih satu proses manual.
  • Tentukan trigger, action, condition.
  • Tambahkan log dan fallback.
  • Gambar flow automation.

Prompt yang bisa kamu coba

Rancang automation untuk proses ini: [proses]. Buat flow: trigger, input, condition, AI step, action, database/log, human approval, fallback, dan risiko.

Beneran paham, atau cuma terasa familiar?

Jawab pakai bahasamu sendiri. Kalau masih muter-muter, bagian atasnya perlu dibaca sekali lagi.

  1. 1

    Apa itu trigger?

  2. 2

    Apa fungsi condition?

  3. 3

    Kenapa error handling penting?

Bikin sesuatu dari lesson ini

Buat blueprint automation no-code untuk satu use case bisnis kecil.

Catatan dan batasan

  • Buat visual workflow builder sederhana.
  • Checklist tambahan: HTTP methods dan status code.
  • Checklist tambahan: API key dan OAuth.
  • Checklist tambahan: webhook signing.
  • Checklist tambahan: retry, idempotency, rate limit, dan secrets.

Langkah berikutnya

Simpan hasil latihan, cek kembali dengan rubric sederhana, lalu lanjut ke lesson berikutnya saat output sudah bisa dijelaskan ulang.
Lanjut ke API & Webhook buat Non-Developer