Dasar automation: trigger, action, condition
Automation dimulai dari trigger, action, condition, data, dan log. Materi ini membuat kamu bisa memetakan proses sebelum membangun di n8n, Make, atau Zapier.
- Menentukan trigger dan action
- Memakai condition untuk branching
- Menambahkan log dan approval
Sebelum mulai
- Punya satu proses berulang yang ingin diotomasi.
- Tahu aplikasi apa saja yang terlibat.
Konsep utama
01Trigger
Trigger adalah peristiwa yang memulai workflow otomatis, seperti form terkirim, jadwal harian, atau webhook masuk.
Kenapa penting: Trigger yang jelas membuat automation berjalan pada waktu yang tepat.
Contoh: Saat lead mengisi form, workflow mulai memproses data dan mengirim notifikasi sales.
Yang sering keliru: Memakai trigger terlalu luas sehingga workflow berjalan untuk data yang tidak relevan.
02Action dan condition
Action adalah tindakan yang dijalankan. Condition menentukan cabang alur berdasarkan aturan tertentu.
Kenapa penting: Condition membuat automation tidak memperlakukan semua kasus sama.
Contoh: Jika nilai deal di atas batas tertentu, kirim ke manager untuk approval.
Yang sering keliru: Tidak menangani kondisi data kosong atau duplikat.
03Log dan approval
Log mencatat apa yang terjadi, sementara approval meminta manusia menyetujui langkah tertentu.
Kenapa penting: Tanpa log dan approval, automation sulit diaudit saat salah.
Contoh: Simpan status setiap lead: diterima, diproses, dikirim ke CRM, atau gagal.
Yang sering keliru: Membuat automation yang gagal diam-diam.
Cara kerjanya
Automation adalah cara membuat sistem bekerja otomatis berdasarkan pemicu. Struktur paling sederhana: trigger -> action. Struktur lebih realistis: trigger -> condition -> action -> log -> fallback. AI bisa dimasukkan sebagai action yang membaca, menulis, mengklasifikasi, atau mengambil keputusan terbatas.
Trigger bisa berupa email masuk, form submission, jadwal harian, pesan Telegram, perubahan spreadsheet, atau webhook. Action bisa mengirim email, update database, membuat draft konten, merangkum dokumen, atau mengirim notifikasi. Condition menentukan kapan automation berjalan atau berhenti.
Error handling wajib diajarkan. Automation tanpa fallback bisa bikin kacau: spam customer, salah kirim data, atau biaya API membengkak. Selalu buat log, limit, retry, dan human approval untuk task sensitif.
Contoh nyata
Coba sendiri
- 1
Pilih satu proses manual.
- 2
Tentukan trigger, action, condition.
- 3
Tambahkan log dan fallback.
- 4
Gambar flow automation.
Prompt yang bisa dipakai
Cek pemahaman
Jawab dengan bahasa sendiri. Kalau masih muter-muter, baca ulang bagian yang paling nyangkut.
- 1
Apa itu trigger?
- 2
Apa fungsi condition?
- 3
Kenapa error handling penting?