Lead Qualification
Semua lead diperlakukan sama sehingga sales membuang waktu.
Cocok untuk siapa dan hasil akhirnya
Freelancer, agency, B2B service, dan bisnis dengan form masuk.
Hasil akhirnya: Lead routing automation dengan skor, CRM record, dan follow-up.
Input yang perlu disiapkan
- Data lead
- Kriteria scoring
- Riwayat CRM
- Template follow-up
Gambaran singkat
Langkah kerja
Tentukan definisi lead bagus
Buat form dengan data minimum
Validasi dan normalisasi input
Klasifikasi kebutuhan lead
Beri skor berdasarkan aturan
Perbarui CRM
Kirim follow-up yang sesuai
Notifikasi sales untuk lead prioritas
Titik yang wajib dicek manusia
Automasi tidak berarti tanpa pengawasan. Berhenti dan minta review pada titik berikut sebelum hasil dipakai keluar:
- Sebelum lead high-value dihubungi
- Saat diskon, janji, atau perubahan terms muncul
Yang bisa salah, dan cara jaga-jaga
- Lead duplikat
- Skor tidak bisa dijelaskan
- Follow-up mengarang konteks
Kalau terjadi: Set score ke review manual. Kirim follow-up netral tanpa klaim personal.
Checklist sebelum dianggap selesai
- Aturan skor terdokumentasi
- Duplikasi ditangani
- Data sensitif dibatasi
- Follow-up tidak mengarang
- Sales bisa override skor
Kapan layak diotomasi
Jalankan manual dulu sampai hasilnya konsisten. Otomasi baru masuk akal kalau input sudah konsisten, output punya format jelas, error bisa dideteksi, dan masih ada titik review manusia. Review log, output gagal, dan checklist setiap minggu.
Prompt yang bisa dipakai
Cara ukur keberhasilan
- Lead response time
- CRM completeness
- Conversion by score
- Manual override rate
Cara menjual workflow ini
Tawarkan automation setup, CRM cleanup, dan retainer monitoring.