Client Delivery System
Project klien berantakan dari brief sampai handover dan revisi sulit dikendalikan.
Cocok untuk siapa dan hasil akhirnya
Freelancer, studio, consultant, dan agency kecil.
Hasil akhirnya: Sistem delivery lengkap dari intake sampai case study.
Input yang perlu disiapkan
- Brief klien
- Scope
- Feedback
- Acceptance criteria
Gambaran singkat
Langkah kerja
Ubah brief menjadi pertanyaan discovery
Kunci scope dan acceptance criteria
Buat workflow dan milestone
Produksi draft pertama
Lakukan internal QA
Kelola feedback dan revisi
Final delivery dan handover
Minta testimoni lalu buat case study
Titik yang wajib dicek manusia
Automasi tidak berarti tanpa pengawasan. Berhenti dan minta review pada titik berikut sebelum hasil dipakai keluar:
- Sebelum deliverable dikirim ke klien
- Saat scope berubah
Yang bisa salah, dan cara jaga-jaga
- Feedback kontradiktif
- Acceptance criteria tidak jelas
- Handover tidak bisa dipakai
Kalau terjadi: Kunci scope baru sebagai change request. Kirim update risiko ke klien sebelum lanjut.
Checklist sebelum dianggap selesai
- Scope disetujui
- Input klien lengkap
- Revisi tercatat
- QA sebelum kirim
- Handover bisa dipahami
Kapan layak diotomasi
Jalankan manual dulu sampai hasilnya konsisten. Otomasi baru masuk akal kalau input sudah konsisten, output punya format jelas, error bisa dideteksi, dan masih ada titik review manusia. Review log, output gagal, dan checklist setiap minggu.
Prompt yang bisa dipakai
Cara ukur keberhasilan
- On-time delivery
- Revision count
- Client approval time
- Case study completion
Cara menjual workflow ini
Gunakan untuk productized service atau jual setup workspace ke freelancer lain.