Semua use case
Use case · Developer / Builder

Dokumentasikan API internal

Endpoint tersedia tetapi developer baru tidak tau auth, payload, error, atau contoh penggunaan.

Developer / BuilderLevel Lanjutan2-6 jam
Konteks

Cocok untuk siapa dan tujuannya

Cocok untuk: Developer, no-code builder, product engineer, dan technical founder

AI menyusun dokumentasi dari route, schema, dan test yang ada lalu menandai gap.

Persiapan

Tools yang bisa dipakai

  • Cursor
  • GitHub Copilot
  • ChatGPT
  • Postman
  • GitHub
Detail

Langkah kerja

01

Tulis requirement, stack, environment, dan langkah reproduksi

02

Petakan file, API, schema, atau modul yang terdampak

03

Minta AI membuat hipotesis atau implementation plan kecil

04

Terapkan perubahan bertahap dan jalankan test yang relevan

05

Review edge case, permission, error handling, dan rollback

06

Dokumentasikan keputusan teknis serta bukti verifikasi

Prompt

Prompt yang dipakai

Use case: Dokumentasikan API internal Masalah: Endpoint tersedia tetapi developer baru tidak tau auth, payload, error, atau contoh penggunaan. Target output: API reference dan quick-start Bahan yang tersedia: [tempel data, catatan, link, atau dokumen yang boleh dipakai] Bantu saya menjalankan workflow ini. Pisahkan fakta, asumsi, risiko, dan bagian yang perlu review manusia. Jangan menambah data baru di luar bahan yang saya beri.
Hasil

Output yang diharapkan

API reference dan quick-start

Quality gate

Cek kualitas sebelum dipakai

Sebelum hasil dipakai untuk hal penting atau dikirim ke orang lain, lewati checklist ini dulu. Bagian ini juga menandai di mana review manusia paling penting.

  • Reproduksi error atau acceptance criteria tertulis
  • Edge case dan permission dicek
  • Test atau verifikasi manual dicatat
  • Perubahan tetap kecil dan bisa di-rollback
  • Output akhir benar-benar berupa: API reference dan quick-start
Monetisasi

Cara menjadikannya layanan

Documentation sprint.